Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 4 (2026): September

Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Nonhemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda

Submitted
August 20, 2026
Published
2026-09-30

Abstract

Latar belakang: Stroke adalah penyebab kematian kedua dan penyebab disabilitas ketiga di dunia. Gangguan mobilitas fisik adalah salah satu konsekuensi paling umum dari stroke non-hemoragik, yang ditandai dengan penurunan kekuatan otot, disfungsi sensorik-motorik, keterbatasan rentang gerak, dan kemampuan yang berkurang untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Meskipun latihan Range of Motion (ROM) banyak direkomendasikan dalam rehabilitasi stroke, bukti mengenai penerapannya dalam perawatan keperawatan komprehensif, terutama dalam praktik klinis berbasis kasus, masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi perawatan keperawatan menggunakan latihan Rentang Gerak aktif (ROM) berbantuan untuk meningkatkan mobilitas fisik pada pasien dengan stroke non-hemoragik.

Metode: Studi kasus deskriptif ini menerapkan proses perawatan keperawatan, termasuk penilaian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi, pada satu pasien yang didiagnosis dengan stroke non-hemoragik dan mobilitas fisik yang terganggu. Latihan Rentang Gerak aktif (ROM) berbantuan diberikan sebagai intervensi keperawatan utama selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Prinsip etika dipertahankan dengan memperoleh persetujuan yang diinformasikan dan memastikan kerahasiaan pasien sepanjang studi.

Hasil: Hasil utama adalah peningkatan mobilitas fisik setelah intervensi keperawatan. Kekuatan otot ekstremitas atas kanan meningkat dari grade 2 ke grade 3, sementara extremitas bawah kanan meningkat dari grade 3 ke grade 4. Pasien menunjukkan kemandirian yang lebih besar dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal. Namun, disartria tetap belum terselesaikan selama masa pengamatan. Karena ini adalah studi kasus deskriptif yang melibatkan satu peserta, tidak ada analisis statistik yang dilakukan.

Kesimpulan: Latihan Assisted Active Range of Motion (ROM) yang diintegrasikan ke dalam perawatan keperawatan dapat meningkatkan kekuatan otot, rentang gerak, dan kemandirian fungsional pada pasien dengan stroke non-hemoragik. Studi lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan desain penelitian analitis direkomendasikan untuk memperkuat bukti yang mendukung intervensi keperawatan berbasis ROM dalam rehabilitasi stroke

References

  1. Adha, S. A. (2017). Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Non Hemoragik di IRNA C RSSN Bukittinggi Tahun 2017. Karya Tulis Ilmiah. RSSN Bukit tinggi
  2. Aditama, M. A., & Muntamah, U. (2024). Pengelolaan Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Hemiparesis dengan Stroke Non Hemoragik. Jurnal Keperawatan Berbudaya Sehat, 2(1). https://doi.org/10.35473/jkbs.v2i1.244.
  3. Afnijar, Wati, L., & Fajri, M. (2019). Pengaruh Terapi AIUEO terhadap Kemampuan Bicara Pasien Stroke yang Mengalami Afasia Motorik. Journal of Telenursing (JOTING), 1(2), 226–235.
  4. Agusrianto, & Rantesigi, N. (2020). Penerapan Latihan Range of Motion (ROM) Pasif terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke. Jurnal Ilmiah Kesehatan.
  5. Amila., Sembiring, E., & Rifami, E. (2022). Karakteristik Stroke pada Pasien Usia Muda. JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan, 2(2), 151–159. https://doi.org/10.51771/jintan.v2i2.357.
  6. Anggriani, A., Zulkarnain, Z., Sulaiman, S., & Gunawan, R. (2018). Pengaruh Range of Motion terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas pada Pasien Stroke Non Hemoragik. Jurnal Riset Hesti Medan, 3(2), 64–72.
  7. Anita Shinta Kusuma, & Oktavia, S. (2020). Penerapan Prosedur Latihan Range of Motion (ROM) Pasif Sedini Mungkin pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH). Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1015–1021.
  8. Balami, J. S., Chen, R. L., & Buchan, A. M. (2013). Stroke Syndromes and Clinical Management. QJM: An International Journal of Medicine, 106(7), 607–615.
  9. Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Stroke. U.S. Department of Health & Human Services. https://www.cdc.gov/stroke.
  10. Daulay, N. M., & Hidayah, A. (2021). Pengaruh Latihan Range Of Motion (ROM) Pasif Terhadap Kekuatan Otot dan Rentang Gerak Sendi Ekstremitas Pada Pasien Pasca Stroke. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 6(1), 22–26. https://doi.org/10.51933/health.v6i1.395.
  11. Dreier, J. P., & the COSBID Study Group. (2017). Spreading depolarization is not an epiphenomenon but the principal mechanism of the cytotoxic edema in various gray matter structures of the brain during stroke. Neuropharmacology,134,189–207.
  12. Ghani, L., Mihardja, L. K., & Delima. (2016). Faktor Risiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(1), 49–58.
  13. Hardika, B. D., Yuwono, M., & Zulkarnain, H. M. (2020). Faktor Risiko yang Mempengaruhi Terjadinya Stroke Non Hemoragik pada Pasien di RS RK Charitas dan RS Myria Palembang. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 9(2), 268–277. https://doi.org/10.36565/jab.v9i2.2344.
  14. Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2022). Brunner & Suddarth's Textbook of Medical-Surgical Nursing (15th ed.). Wolters Kluwer.
  15. Ignatavicius, D. D., Workman, M. L., Rebar, C. R., & Heimgartner, N. M. (2021). Medical-Surgical Nursing: Concepts for Interprofessional Collaborative Care (10th ed.). Elsevier.
  16. Jamini, J., dkk. (2020). Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Ilmiah Keperawatan.
  17. Kasiati, & Rosmalawati. (2020). Kebutuhan Dasar Manusia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  18. Kasiati, & Rosmalawati. (2020). Kebutuhan Dasar Manusia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  19. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  20. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Stroke Infark. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
  21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.
  22. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
  23. Kusuma, A. S., & Oktavia, S. (2020). Penerapan Prosedur Latihan Range of Motion (ROM) Pasif Sedini Mungkin pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH). Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1015–1021.
  24. Kusuma, A. S., & Oktavia, S. (2020). Penerapan Prosedur Latihan Range of Motion (ROM) Pasif Sedini Mungkin pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH). Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(10), 1015–1021.
  25. Laily, N., & Sugiyanto. (2022). Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah.
  26. Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., Harding, M., Kwong, J., & Roberts, D. (2023). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (12th ed.). Elsevier.
  27. Lewis, S. L., Bucher, L., Heitkemper, M. M., Harding, M., Kwong, J., & Roberts, D. (2023). Medical-Surgical Nursing: Assessment and Management of Clinical Problems (12th ed.). Elsevier.
  28. Maesaroh. (2023). Penerapan Tindakan Keperawatan Dukungan Mobilisasi dengan Teknik Range of Motion Pasif dan Aktif pada Pasien Gangguan Mobilitas Fisik dengan Kasus Stroke Non Hemoragik. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah.
  29. Maesaroh. (2023). Penerapan Tindakan Keperawatan Dukungan Mobilisasi dengan Teknik Range of Motion Pasif dan Aktif pada Pasien Gangguan Mobilitas Fisik dengan Kasus Stroke Non Hemoragik. Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah.
  30. Maljuliani, D., Harun, H., & Fitri, S. U. R. (2023). Latihan Range of Motion (ROM) terhadap Kekuatan Otot Pasien Stroke Hemoragik: Studi Kasus. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(9), 3896–3906.
  31. Mirawati, A., Dita, D. A., Sumarni, T., Deswita, D., & Zulharmaswita. (2024). Studi Kasus: Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik di RS Otak Dr. Drs. Muh. Hatta Kota Bukittinggi Tahun 2024. Jurnal Medical Laboratory, 4(2). https://doi.org/10.57213/medlab.v4i2.279.
  32. Mosenzon, O., Cheng, A. Y. Y., Rabinstein, A. A., & Sacco, S. (2023). Diabetes and Stroke: What Are the Connections? Journal of Stroke, 25(1), 26–38. https://doi.org/10.5853/jos.2022.02306.
  33. Munawaroh, S., & Nurhayati. (2023). Asuhan Keperawatan Gerontik pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Kolaboratif Sains, 6(11). https://doi.org/10.56338/jks.v6i11.4292.
  34. Mutiarasari, D. (2019). Ischemic Stroke: Symptoms, Risk Factors, and Prevention. Medika Tadulako, 6(1), 60–73.
  35. NHS Greater Glasgow and Clyde. (2015). Glasgow Coma Scale: Do It This Way. Institute of Neurological Sciences, NHS Greater Glasgow and Clyde.
  36. Nugraheni, F., & Anita, D. C. (2024). Studi Kasus Keperawatan: Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke Non-Hemoragik. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  37. Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2016). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosis Medis dan NANDA NIC-NOC (Edisi Revisi Jilid 2). Media Action
  38. Oxyandi, M., & Utami, A. S. (2020). Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas dan Latihan Range of Motion pada Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Non Hemoragik. Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 10(1), 25–37. https://doi.org/10.52395/jkjims.v10i01.3033.
  39. Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). DPP PPNI.
  40. Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). DPP PPNI.
  41. Persatuan Perawat Nasional Indonesia. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). DPP PPNI.
  42. Pradana, H. P., & Faradisi, F. (2021). Penerapan Latihan ROM (Range of Motion) Terhadap Rentang Gerak Ekstremitas Pada Pasien Stroke. Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, 1, 748. https://doi.org/10.48144/prosiding.v1i.7488. Jurnal UMPP.
  43. Pramita, P., & Irdianty, M. S. (2020). Asuhan Keperawatan pada Pasien Cerebrovaskuler Accident (CVA) Hemoragik. Universitas Kusuma Husada Surakarta
  44. Pranita, B. D. A. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik menggunakan Mirror Therapy dan Range of Motion. Jurnal Sains Teknologi dan Kesehatan.
  45. Purwanto, H. (2019). Keperawatan Medikal Bedah. Pustaka Baru Press.
  46. Putra, I. D., Hendra, D., Harahap, A. S., Hasana, U., & Aurelia, D. (2024). Optimalisasi Manajemen Keperawatan pada Stroke Non Hemoragik: Studi Kasus di RSUD Arifin Achmad Riau. Jurnal Keperawatan Suaka Insan, 9(2), 131–141.
  47. Rahayu, D., Aprilia, F., & Rohadi, T. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien Dewasa dengan Stroke Non Hemoragik dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Ilmiah Pamenang, 6(2). https://doi.org/10.53599/jip.v6i2.247.
  48. Rahmadisha, B., Gusni, J., Dewi, D. S., & Marni, L. (2024). Pemberian Terapi Range of Motion pada Pasien dengan Stroke Non Hemoragik. Jurnal Keperawatan Medika.
  49. Rismawati, R., Harista, D. R., Widiyati, M. L. I., & Nurseskasatmata, S. E. (2022). Penerapan Terapi Range of Motion Latihan Bola Karet terhadap Gangguan Mobilitas Fisik pada Pasien Stroke: Literature Review. Nursing Sciences Journal, 6(1).
  50. Saksono, T., Siwi, A. S., & Putranti, D. P. (2022). Asuhan Keperawatan Hambatan Mobilitas Fisik pada Pasien dengan Stroke Iskemik.
  51. Saputra, A. U., & Mardiono, S. (2022). Edukasi Kesehatan tentang Perawatan Lansia dengan Kejadian Stroke di Rumah. Indonesian Journal of Community Service, 2(2), 188–193.
  52. Setiawan, H. (2020). Konsep Dasar Stroke dan Penatalaksanaan Keperawatan. Deepublish.
  53. Setyawati, V. Y., & Retnaningsih, D. (2024). Penerapan Range of Motion pada Pasien Stroke dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 8(1), 18–24. https://doi.org/10.33655/mak.v8i1.179.
  54. Surani, V., & Nursanti, I. (2024). Penerapan Konsep Teori Orem (Self Care) pada Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Non Hemoragik. Nursing Arts, 18(1).
  55. Syaridwan, A. A. (2019). Asuhan Keperawatan Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Universitas Kusuma Husada Surakarta.
  56. Venketasubramanian, N., Yudiarto, F. L., & Tugasworo, D. (2022). Stroke Burden and Stroke Services in Indonesia. Cerebrovascular Diseases, 51(1), 53–57.
  57. Westlake, K., Akinlosotu, R., Udo, J., Goldstein Shipper, A., Waller, S. M., & Whitall, J. (2023). Some home-based self-managed rehabilitation interventions can improve arm activity after stroke: A systematic review and narrative synthesis. Frontiers in Neurology, 14, 1035256. https://doi.org/10.3389/fneur.2023.1035256.
  58. World Health Organization. (2022). Stroke, Cerebrovascular Accident. World Health Organization.
  59. Wulandari, R., dkk. (2024). Asuhan Keperawatan pada Pasien Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik. Jurnal Keperawatan Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.