Skip to main navigation menu Skip to main content Skip to site footer

Articles

Vol. 1 No. 4 (2026): September

Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis Dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

Submitted
August 20, 2026
Published
2026-09-30

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit pernapasan progresif yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara yang terus-menerus disebabkan oleh peradangan saluran napas kronis. PPOK tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, menyumbang sekitar 3,5 juta kematian setiap tahun. Produksi dahak yang berlebihan biasanya menyebabkan pembersihan saluran napas yang tidak efektif, berkontribusi pada memburuknya gejala pernapasan dan menurunnya kualitas hidup. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi perawatan keperawatan menggunakan Teknik Batuk Efektif (ECT) pada pasien dengan eksaserbasi akut PPOK yang mengalami pembersihan saluran napas yang tidak efektif.

Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan yang melibatkan satu pasien dengan eksaserbasi akut PPOK yang dirawat di Rumah Sakit Umum Regional Inche Abdoel Moeis, Samarinda, Indonesia. Perawatan keperawatan diberikan selama tiga hari berturut-turut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, tinjauan rekam medis, dan pemeriksaan diagnostik pendukung.

Hasil: Hasil utama adalah peningkatan pembersihan saluran napas setelah ECT. Penilaian awal menunjukkan dispnea, batuk produktif, kesulitan mengira dahak, mengi, dan temuan gas darah arteri sebesar pH 7,45, PaO₂ 73 mmHg, PaCO₂ 39 mmHg, dan HCO₃ 29 mEq/L. Diagnosis keperawatan meliputi pembersihan saluran napas yang tidak efektif, pertukaran gas yang terganggu, dan intoleransi aktivitas. Setelah tiga hari intervensi, dahak lebih mudah diekspetorasi, dispnea berkurang, mengi berkurang, pasien melakukan ECT secara mandiri, dan saturasi oksigen tetap stabil. Perubahan parameter gas darah arteri tidak dapat dievaluasi karena analisis lanjutan tidak dilakukan.

Kesimpulan: Studi ini menunjukkan bahwa ECT dapat meningkatkan pembersihan saluran napas dengan memfasilitasi eksekopor dahak dan mengurangi gejala pernapasan pada pasien dengan eksaserbasi akut PPOK. Temuan ini mendukung peran ECT sebagai intervensi keperawatan independen dalam penanganan PPOK. Studi mendatang harus mencakup sampel yang lebih besar, periode tindak lanjut yang lebih lama, dan analisis berulang gas darah arteri atau spirometri untuk memperkuat bukti efektivitas klinisnya.

References

  1. Anas, et al. (2023). Pengaruh Latihan Batuk Efektif Dan Fisioterapi Dada Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik Di RS Khusus Paru Karawang. Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi, 3, Nomor 1.
  2. Anissa, M. (2022). Kualitas Hidup : Studi Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) (Kodri, Ed.; Juli 2023). Penerbit Adab.
  3. Antariksa, et al. (2023). P P O K Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Tahun 2023.
  4. Barus, et al. (2024). Implementasi Latihan Pernapasan Dengan Batuk Efektif Pada Pasien PPOK Dengan Gangguan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Di Rumah Sakit TK II Putri Hijau Medan. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3, No. 7.
  5. Fadhilah, M. A. (2024). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (Vols. 2, No.2). Jurnal Medika Nusantara. https://doi.org/10.59680/medika.v2i2.1127
  6. Fitriani, et al. (2023). Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem Pernafasan (I. Zumarano & A. Faisal, Eds.). Nuansa Fajar Cemerlang.
  7. Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD). (2024). Pocket Guide GOLD-2024 (R. Hadfield, Ed.; 2024th ed.). Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease, Inc.
  8. Hanifah, et al. (2023). Analisis Asuhan Keperawatan Dengan Intervensi Fisioterapi Dada Dan Batuk Efektif Terhadap Pengeluaran Sputum Pada Pasien PPOK Di Ruang Melati RSUD Pasar Rebo. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 7(3). https://doi.org/10.52020/jkwgi.v7i3.6310
  9. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. https://peraturan.bpk.go.id/Details/165271/permenkes-no-71-tahun-2015
  10. Kristiningrum, E. (2019). Farmakoterapi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK). Cermin Dunia Kedokteran, 46, No. 4. https://doi.org/10.55175/cdk.v46i4.491
  11. Lolo, J. S. T. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Tn. L Dengan Diagnosis PPOK Eksaserbasi Akut Di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan.
  12. Madolan, A. (2018, September 21). Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). https://www.mitrakesmas.com/2018/09/penyakit-paru-obstruktif-kronik-ppok.html?utm_source=chatgpt.com
  13. Nurzanah, et al. (2025). Implementasi Pemberian Teknik Batuk Efektif Pada Klien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Untuk Megeluarkan Sputum. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 11(1), 17–24. https://doi.org/10.56186/jkkb.173
  14. Ramadani, A. Y. (2023). Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. https://repository.poltekkes-kaltim.ac.id/2193/1/KTI%20%20ANANDA%20YULIAN%20RAMADANI.pdf
  15. Riskesdas. (2013). Laporan Riskesdas 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
  16. Salsabila, S. (2023). Korelasi Saturasi Oksigen dengan Spirometri pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). https://repository.unpad.ac.id/handle/kandaga/130110190132
  17. Sari, et al. (2025). Terapi Non Farmakologis. In Progres Ilmiah Kesehatan. Progres Ilmiah Kesehatan.
  18. Sawitri, et al. (2024). Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) and Effective Coughing on Respiratory Rate Changes in COPD Patients. Jendela Nursing Journal, 8(2), 145–151. https://doi.org/10.31983/jnj.v8i2.12000
  19. Song, et al. (2024). Beyond the Spirometry: New Diagnostic Modalities in Chronic Obstructive Pulmonary Disease. Tuberculosis and Respiratory Diseases, 88(1), 1. https://doi.org/10.4046/TRD.2024.0040
  20. Tim Pokja Pedoman SOP PPNI. (2021). Pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan (1st ed.). Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  21. Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  22. Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  23. Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
  24. Trivia, R. (2021). Pengaruh Penerapan Batuk Efektif Dalam Mengatasi Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik di Ruang Paru RSU Mayjen H.A Thalib Kerinci Tahun 2021. Jurnal Ilmu Kesehatan Dharmas Indonesia, 1(2). https://doi.org/10.56667/jikdi.v1i2.564
  25. WHO. (2024, November 6). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chronic-obstructive-pulmonary-disease-(copd)
  26. Winarti, et al. (2023). Studi Kasus : Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. A dengan Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan Medika, 1(2), 99–109. https://doi.org/10.24036/JKEM.V1I2.37
  27. Wingårdh, et al. (2020). Effectiveness of Energy Conservation Techniques in Patients with COPD. Respiration, 99(5), 409–416. https://doi.org/10.1159/000506816

Downloads

Download data is not yet available.