Faktor Risiko Lingkungan Rumah Penderita Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan

Authors

  • Atika Laura Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Author

Keywords:

Tuberkulosis Paru, Faktor Risiko Lingkungan, Rumah Sehat, Kepadatan Hunian

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dan kondisi fisik rumah merupakan salah satu determinan lingkungan yang berperan dalam penularannya. Wilaya kerja Puskesmas Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, mencatat peningkatan kasus TB paru secara konsisten dari 51 kasus (2023) menjadi 63 kasus (2025), namun profil komprehensif kondisi lingkungan rumah penderita di wilayah ini belum pernah didokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi tujuh indikator risiko lingkungan rumah laju ventilasi, pencahayaan, kelembaban, jenis lantai, kepadatan hunian, suhu, dan dinding pada seluruh rumah penderita TB paru di wilayah tersebut. Desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 63 rumah penderita TB paru yang tercatat pada tahun 2025. Data primer dikumpulkan melalui observasi, checklist, dan pengukuran instrumental (anemometer, lux meter, hygrometer, meteran), kemudian dianalisis secara univariat dan dibandingkan dengan ambang baku Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2023. Hasil menunjukkan proporsi rumah yang tidak memenuhi syarat tertinggi terdapat pada laju ventilasi (91%), kepadatan hunian (78%), dan pencahayaan (76%), sedangkan kondisi lantai (92%) dan suhu (100%) sebagian besar telah memenuhi syarat. Pola ko-eksistensi tiga faktor risiko dominan tersebut pada rumah yang sama mengindikasikan potensi paparan kumulatif yang belum banyak diungkap pada studi hubungan (asosiasi) sebelumnya yang umumnya menguji variabel secara terpisah. Temuan ini memberikan basis data lokal yang dapat digunakan Puskesmas Gunung Labuhan untuk memprioritaskan intervensi perbaikan ventilasi dan pencahayaan rumah guna menekan potensi penularan TB paru di lingkungan keluarga.

Kata kunci: tuberkulosis paru; faktor risiko lingkungan; rumah sehat; kepadatan hunian; Way Kanan

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asrini, D. (2017). Epidemiologi penyakit menular berbasis lingkungan. Yogyakarta: Deepublish.

Budi, D. R. R., Amirus, K., & Perdana, A. A. (2021). Hubungan lingkungan fisik rumah dengan penyakit tuberkulosis paru di Puskesmas Kuala Tungkal II, Jambi. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 4(2), 230-240. https://doi.org/10.32524/jksp.v4i2.270

Delyuzir, R. D. (2020). Analisa rumah sederhana sehat terhadap kenyamanan ruang (Studi kasus: Rumah tipe 18/24, 22/60, 36/72 di DKI Jakarta). Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, 2(2), 15-27. https://doi.org/10.47970/arsitekta.v2i02.199

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2020). Profil kesehatan Provinsi Lampung tahun 2020. Bandar Lampung: Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Irwan. (2017). Epidemiologi penyakit menular. Yogyakarta: CV Absolute Media.

Isbaniah, F. (2021). Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis (No. HK.01.07/MENKES/755/2019). Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan Bidang Sanitasi Lingkungan. Jakarta: Kemenkes RI.

Mahawati, E., Wulandari, R., & Santoso, B. (2023). Faktor lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 55-63.

Nuria Sulrieni, I., & Dewi, A. (2023). Hubungan kondisi lingkungan fisik rumah dan perilaku dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas IV Koto Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Behavioral Science Journal, 1(1), 59-69.

Oktavia, R., Handayani, S., & Kurniawan, T. (2025). Hubungan kondisi fisik lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(1), 12-20.

Pratiwi, A., Sari, D., & Wibowo, R. (2023). Hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian tuberkulosis paru. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(2), 145-153. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph/article/view/5678

Purnama, S. G. (2017). Diktat kuliah penyakit berbasis lingkungan. Denpasar: Universitas Udayana.

Ramadhan, F., & Putri, N. (2024). Faktor risiko kejadian tuberkulosis paru pada masyarakat wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(1), 88-96. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/1548

Romadhan, S. S., Haidah, N., & Hermiyanti, P. (2019). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Babana, Kabupaten Mamuju Tengah. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 84-89. https://doi.org/10.31602/ann.v6i2.2680

Siregar, M. D. (2021). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Sibuhuan tahun 2021 (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara).

Toaya, P., & Donggala, K. (2024). Karakteristik fisik rumah penderita tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Toaya, Kabupaten Donggala. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(6), 1146-1151.

World Health Organization. (2021). Global tuberculosis report 2021. Geneva: World Health Organization.

Yukur, A., & Istikomah, N. R. (2024). Hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian TB paru pada anak di Kabupaten Sambas. Jurnal Kesehatan, 4(6), 3795-3806.

Downloads

Published

2026-09-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

Faktor Risiko Lingkungan Rumah Penderita Penyakit Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan. (2026). Jurnal Pengabdian Masyarakat Peduli Kesehatan Nusantara, 1(3), 79-86. https://afiyatun.com/jpkn/article/view/34