Konseling Behavioral Therapy untuk Mengatasi Self Harm pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur

Authors

  • Gajali Rahman Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Author
  • Badar Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Author
  • Lukman Nulhakim Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Author

Keywords:

Behavioral therapy, Self harm, Konseling, Kesehatan mental

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang penuh konflik akibat perubahan bentuk tubuh, pola perilaku, dan peranan sosial. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2018), Provinsi Kalimantan Timur memiliki tingkat kelima tertinggi yang mengalami self harm di Indonesia. Perilaku self harm merupakan masalah kesehatan mental serius yang memerlukan intervensi profesional. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan konseling behavioral therapy dalam mengatasi perilaku self harm pada mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah konseling behavioral therapy yang dilaksanakan selama 6 bulan dari April hingga September 2025 dengan sasaran 50 mahasiswa yang teridentifikasi memiliki risiko perilaku self harm. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test serta Self-Harm Inventory (SHI). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang self harm dari rata-rata skor pre-test 58,4 menjadi 82,6 pada post-test. Selain itu, terjadi penurunan perilaku self harm yang signifikan dengan nilai p=0,001 (p<0,05) berdasarkan uji Wilcoxon. Sebanyak 78% peserta menunjukkan perbaikan perilaku adaptif setelah mengikuti konseling behavioral therapy. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa konseling behavioral therapy efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan perilaku self harm pada mahasiswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lestari, I. (2015). Pengaruh Waktu Belajar dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 3(2), 115–125. https://doi.org/10.30998/formatif.v3i2.118

Liberna, H. (2012). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Melalui Penggunaan Metode Improve pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(23), 190–197.

Panjaitan, B. (2013). Proses Kognitif Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(1), 17–25. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jip.v19i1.3751

Siagian, R. E. F. (2015). Pengaruh Minat dan Kebiasaan Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Matematika. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(2), 122–131. https://doi.org/10.30998/formatif.v2i2.93

Sutrisno, S., & Wulandari, D. (2018). Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) untuk Memperkaya Hasil Penelitian Pendidikan. AKSIOMA: Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9(1), 37–53.

Sutrisno, S., Zuliyawati, N., & Setyawati, R. D. (2020). Efektivitas Model Pembelajaran Problem-Based Learning dan Think Pair Share Berbantuan Geogebra Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 4(1), 1–9.

Ulya, H. (2016). Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika untuk Membangun Karakter Cinta Tanah Air dan Kreativitas Belajar Matematika. Prosiding Seminar Nasional: Menumbuhkan Lembali Pesona Budaya Bangsa Dalam Perspektif Psikologi, 1(2),1-5.

Downloads

Published

2026-01-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Konseling Behavioral Therapy untuk Mengatasi Self Harm pada Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. (2026). Jurnal Pengabdian Masyarakat Peduli Kesehatan Nusantara, 1(1), 13-20. https://afiyatun.com/jpkn/article/view/5